Puisi

Cahaya Yang Bercahaya?

Tidak ada nirvana malam ini,

Tidak ada grunge.

Aku menuangkan diri pada selembar kertas yang sunyi.

Menuliskan angin, menuliskan tanah, menuliskan udara.

Dimana kiranya kutemukan rumah, yang kedap tanda tanya?

Aku ingin bersembunyi, dari basa basi yang membidik nafasku.

Menghambur diri pada oase, meneguk lelah.

dari anak perempuan yang mencoba merangkul tabah.

Bagaimana caranya menjadi cahaya yang bercahaya?

Sedang seumpama aku yang merangkak mengendus upaya,

Tiba-tiba dilahapnya dibelakang mataku,

Oleh waktu yang tidak mau tau,

Yang tidak mendengar kata sebentar.

Tiba-tiba usang, tiba-tiba gelap.

Tiba-tiba aku sendiri dan bukan sesiapa.

Lalu ketika aku mendongak, tanda tanya yang darinya aku lari, justru semakin kekar berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *