Society6 - Pinterest
Cerpen

Tubuh Yang Kau Pinjam

Hari ini menarik ya? Banyak emosi melintasi diri.  Mengucurkan tangis jadi seperti satu-satunya peringan beban. Manusiawi untuk merasa tidak baik-baik saja—katanya. Manusia biasa sayang, walau dipercayakan mengemban banyak luka orang sekitar, kuat yang mutlak memang tidak pernah ada. Selalu terdapat airmata yang diam-diam menyelinap, bersembunyi di pelupuk mata, di waktu-waktu sepi, di waktu yang juga membuatmu utuh merasa sendiri.

Barangkali, diatas motor tua. Di antara kemacetan, diantara riuh klakson dan umpatan khas jalanan. Udara di kedua telingamu tetap menyampaikan kekosongan. Dibalik helm anti silau, kau siram pipi dengan kerapuhan. Kau teriakan lagu paling sengit, yang menggigit inti jantungmu.

Tidak ada yang benar-benar tangguh ternyata. Kokoh langkah yang dilihat orang, tidak lebih dari pandaimu yang memainkan peran. Berlakon seolah senang, terus senang. Tersenyum, senyum terus. Memeluk dan mencoba menguatkan sekitar. Tertawa-tawa kemudian beku, lupa pada dirinya yang juga rindu; merebah, berkata lelah.

Wahai diri yang sedang berkecil hati, tapi tidak tau mau kemana lagi pergi. Aku punya ide yang menarik untukmu, bagaimana kalau kita pergi berwisata, mengunjungi perjalanan panjangmu dahulu. Berjalan, mengenangkan masa yang kau lalui kemarin. Menemui energi ketika seseorang mengucap-ucap syukur atas keberadaanmu. Menyapa rasa syukurmu yang menjadi perpanjangan tangan tuhan, untuk seseorang yang berdoa dikuatkan.

Kan kau yang bilang “apa yang lebih romantis dari menjadi wujud perpanjangan doa seorang kawan, yang minta dikuatkan oleh tuhan?”. Dan kau tau, selayaknya doa yang sakral. Yang diucap dalam debar dan mata terpejam. Yang hanya menjadi perbincangan intim si empunya dengan sang maha kuasa. Adalah sesuatu yang istimewa jika kau berada didalamnya.

Entah apalagi yang lebih romantis dari itu.

Mereka barangkali tidak tau, dan mungkin tidak perlu tau. Bahwa sosok yang terbiasa kuat itu, juga merangkak mencari bentuk penguatnya sendiri. Dan meskipun hanya ada dirimu yang berdiri disini, lagi lagi ketidaknyamanan mengajarkanmu sesuatu bukan ?

Rupanya, tuhan tidak hanya mendengar doa mereka. Tapi ia juga mencatat doamu. Yang kau ucapkan lamat-lamat, pelan sekali agar tidak terdengar oleh yang lain, tapi ternyata begitu menggema di angkasa. Dan tuhan sama sekali tidak mengabaikanmu. Ia meletakan bentuk kuat secara langsung. Kau tidak perlu mencarinya kemana-mana. Sebab tubuh yang kau saksikan di depan cermin, tubuh yang sedang kau pinjam ini.

Ya, tubuh yang kau aku-akui sebagai milikmu di depan cermin. Bukankah tidak lebih dari raga yang dipinjamkan tuhan? Yang kau kira hanya memiliki hak diam. Dan hak menuruti inginmu. Tubuh yang kau ajak melangkah setiap pagi. Tubuh yang memampukanmu meraba dan mengecap rasa itu. Saat ini menyaksikanmu, membesarkan kembali hatimu. Bahwa seperti yang sudah sudah, kalian akan kembali kuat dan bertumbuh.

Tuhan menyertakan tubuh yang tidak hanya menuruti maumu, tapi juga bersedia membesarkan hati yang seringkali merasa kecil di hadapan jengah yang tak tau malu.

Akan ada waktunya dimana ia usai, tertidurlah ia di pusara, atau terbaring di kremasi. Waktu dimana ia tidak lagi bisa mengikuti kehendakmu. Waktu dimana tuhan menjelma orangtua yang menyuruh anaknya pulang selepas bermain-main di tanah lapang. Di hari yang hampir petang, di magrib yang samar-samar berkumandang. Ia seraya melambai-lambaikan tangannya, meneriakan namamu, mengingatkan permainan sudah harus berakhir. Dan itulah hari kalian akan terpisah, saling merindu sebagai seorang karib yang pernah mengembara bersama.

Dan sebelum hari itu datang, dan sebelum kalian terpisahkan sebagai dua yang beda. Hirup rasa syukur yang dalam. Ia ada disini menguatkanmu. Kau tidak benar-benar sendirian. Tuhan memberimu bentuk penguatan langsung pada tubuhmu. Berdetak bersama jiwamu.

Berjalan .. Tersenyum .. dan Menguat ..

Menasehatimu, untuk lagi lagi kembali.

Kau berharga, setidaknya untuk dirimu sendiri.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *