Puisi

Fana

Langit rintik melirik,
Dua ego tengah saling bertabrak.
Tanya tidak lagi penting,
Ketika pintu sempurna terbanting.

"aku cukupkan kita sampai disini."

Barangkali kita hanya sepasang simpul yang saling tarik-menarik,
Mencekik satu sama lain dengan perlahan.
Memar dan membiru.

Yang ini fana sayang,
Bahkan kecintaanku yang
teramat dalam padamu;

Tidak sepatutnya 
terlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *